Preparation of constructs gene sY86 as the Basis of Antibody Formation for Determination Method of Male Infertility, Oleh: Evi Hanizar

ABSTRACT

SY86 gene is one of the genes contained in the AZF region in the long arm of the Y chromosome that control male spermatogenesis. Previous research proved that this gene  frequent deleted in infertile men. Purpose of this study is to make a construct sY 86 gene, which will be used to make antibodies to detect infertility in men. The material used cDNA fragment sY86 with molecular weight 326 bp derived from the blood of man with normal sperm category. This fragment was ligated in PET TOPO vector, and the ligation product was transformed to E.col TOP 10. Selection of transformants using the ampicillin because PET TOPO vector containing a gene that resistant to ampicillin. Plasmids then were isolated and the success of isolation showed by the result of electrophoresis. To ensure the size of the plasmid, the DNA fragment was performed by PCR method and PCR results were then followed elektrophoresis. if it showed appropriate band size (326 bp), the DNA was sequenced and the result that accordance with sY 86 gene from NCBI can be used for expression in liquid LB medium with antibiotics.

 Keywords : cDNA, sY86, ligation, transformation, vector

Download Full Text

Analysis AZF Gene Deletions in Infertile Men in Indonesia, Oleh: Evi Hanizar

ABSTRACT

Infertile men with the low quantity and quality of sperm associated with gene deletions in the long arm of chromosome Y (YQ), in the region known as the AZF region (Azoospermic Factor). This study aims to analyze the AZF gene deletions in infertile men with abnormal sperm categories ranging oligozoospermia, Oligoasthenoteratozoospermia until azoospermia. This study includes the type of cross-sectional observational study and DNA samples obtained from the blood of primary infertile men. Extraction of DNA uses a DNA extraction kit and DNA amplification uses polymerase chain reaction method. The analysis includes the number, motility and morphology of sperm conducted by WHO standard. Analysis of  deletion is determined from the size of the base pairs of DNA amplification product. The  results showed the prevalence of deletions in azoospermic category higher than the prevalence in other categories. Sequentially, the prevalence of deletions was followed by a severe category Oligoasthenoteratozoospermia, Oligoasthenoteratozoospermia, severe oligoteratozoospermia and oligoteratozoospermia. The most frequent gene deletions are sY86 gene, followed by sY84, while the most rare gene deletions are DAZ gene / sY255. This is in contrast with previous studies because of the background sample of infertile men from several races in Indonesia, the number of samples and the location of genes analyzed in the sub-region AZF. Deletions involving many genes in the AZF subregion associated with the smaller quantity and quality of sperm.

Key Words : male infertility, azoospermic factor, gene deletion, sperm abnormality

Download Full Text

SIGNIFIKANSI REVISI UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA TERORISME , Oleh : A Zulkarnain Ali

Abstract: Terrorism Phenomenon increasingly on Indonesia. The rise of terrorism is a threat to social harmony. if anyone affected will participate and join the radical understanding therefore needed a law as a legal standart that can catch the perpetrator from upstream to downstream, the application of Law number 15 of 2003 on the eradication of terrorism is still at the stage of enforcement its means the law number 15 of 2003 on combating terrorism has been ineffective. its ineffectiveness can be viewed from handling cases that tend downstream, the law can only ensnare the perpetrators after the occurrence of the action when the need is a law  that handles cases from upstream to downstream because of the absence of the law only allowed security forces to catch a terrorist after terrorist acts occur. if it is on leave Indonesian nation state will continue to exist in the grip of global terrorism and radicalism

Keywords : Revision, Law, Terrorism

Full Text (A Zulkarnain Ali)

 

Pedoman Penelitian dan Pengabdian

KATA PENGANTAR

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) IKIP PGRI Jember memiliki tujuan untuk mendukung kemajuan bangsa dan negara dalam mengintegrasikan kualitas penelitian dengan kualitas dosen sebagai peneliti dan komponen utama Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diwujudkan dalam visi dan misi kelembagaan.

Salah satu misi dari LPPM adalah membangun sinergisitas penelitian dengan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.  Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam menjalankan tugas profesionalnya dan sekaligus sebagai ilmuwan, dosen harus memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap-perilaku yang harus dihayati dan dikuasai.

Prosedur pengajuan insentif penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerangkan cara pengajuan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), IKIP PGRI Jember.  Semoga buku pedoman penelitian dan pengabdian yang sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi dosen/calon peneliti di lingkungan IKIP PGRI Jember.

 

 

Renstra Pengabdian

RENSTRA PENGABDIAN LPPM IKIP PGRI JEMBER

PENDAHULUAN

Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat harus berperan dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, berdasarkan pasal 61 ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi berbunyi bahwa “perguruan tinggi wajib memiliki rencana strategis pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari rencana strategis perguruan tinggi”. LPPM IKIP PGRI Jember menyusun dokumen Rencana Strategis Pengabdian kepada Masyarakat sebagai landasan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan visi IKIP PGRI Jember dalam menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yang bersinergi dengan institusi yang lain seperti pemerintah, swasta, dan masyarakat yang berbasis pada kebutuhan stake holder dengan memadukan berbagai pendekatan disiplin ilmu. Rencana Strategis Pengabdian kepada Masyarakat IKIP PGRI Jember untuk Periode Tahun 2016-2020 memiliki tema-tema “Membangun sinergisitas antar stake holder dalam pengamalan ilmu, teknologi dan seni sebagai bentuk tangungjawab perguruan tinggi meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat”.

Tema tersebut diuraikan ke dalam beberapa tahapan program kerja LPPM IKIP PGRI Jember. Tahapan program yang akan dilaksanakan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: pertama, tahap jangka pendek lima tahun: (1)Para civitas akademika IKIP PGRI Jember terlibat secara aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan masyarakat; (2)Kegiatan pengabdian pada masyarakat merupakan implementasi hasil atau hilirisasi kegiatan penelitian yang telah dilaksanakan oleh civitas akademika IKIP PGRI Jember; (3)Pelaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berdapak positif dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang bermartabat dan berkemanusiaan; (4)Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan berbagai stake holder seperti pemerintah, swasta dan masyarakat demi terbangunnya kesadaran antar berbagai pihak, dan; (5) Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus didesiminiasikan dalam berbagai bentuk publikasi sehingga dapat dibaca oleh khalayak luas. Kedua, tahap jangka panjang sepuluh tahun; (1)Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat dijadikan HKI sehingga bermanfaat baik untuk masyarakat binaan atau institut dalam rangka perubahan status menjadi universitas; (2)Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh civitas IKIP PGRI Jember diharapkan mendapatkan faunding dari dalam negeri dan luar negeri dalam rangka peningkatan kualitas hasil penerapan teknologi dan seni. Akhirnya, Renstra ini diharapkan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan implementasi teknologi meningkatkan  esejahteraan masyarakat berbasis kebutuhan masyarakat.

Renstra pengabdian

Pedoman Publikasi Ilmiah

Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi sudah menetapkan luaran  dari semua kegiatan penelitian dasar dan peningkatan kapasitas untuk sekurang-kurangnya menghasilkan publikasi. Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Kemenristekdikti memunyai kewajiban untuk memberikan tuntunan, pendampingan, serta insentif kepada dosen dan peneliti sehingga dapat meningkatkan jumlah dan mutu publikasi hasil penelitian.

Peningkatan publikasi hasil penelitian bukan hanya dari sisi jumlah melainkan  mutu jurnal yang mempublikasikan, khususnya di jurnal ilmiah internasional bereputasi. Upaya dari hulu ke hilir dalam siklus publikasi perlu diupayakan dari mulai melanggankan akses ke pangkalan data e-journal guna memperoleh gambaran perkembangan penelitian yang sudah dilaksanakan sebelumnya sehingga tidak terjadi duplikasi kegiatan penelitian. Tidak kalah penting ialah disediakannya pelatihan dan pendampingan publikasi di jurnal ilmiah dan penerbitan buku, bantuan penyelenggaraan konferensi, bantuan biaya seminar luar negeri, serta insentif publikasi llmiah bagi penulis yang naskahnya berhasil diterbitkan di jurnal bereputasi internasional.

Sebagai wadah publikasi, jumlah jurnal yang terakreditasi nasional dan  bereputasi internasional menjadi sangat penting ditingkatkan dengan cara menyelenggarakan pelatihan manajemen penerbitan jurnal elektronik, pendampingan akreditasi nasional dan bereputasi internasional, hibah tata kelola jurnal elektronik, serta insentif untuk jurnal terakreditasi nasional dan terindeks di pengindeks bereputasi.

Oleh karena itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2017 ini menerbitkan “Buku Pedoman Publikasi Ilmiah” Buku pedoman ini merupakan salah satu upaya agar dosen dan peneliti dapat menghasilkan publikasi sesuai dengan kriteria yang dipersyaratkan dan dapat meningkatkan kuantitas dan mutu publikasi.

Bagi Dosen IKIP PGRI Jember yang ingin mengunduh Buku Pedoman Publikasi Ilmiah melalui link berikut: